Assalamualaikum wr.wb.
Haiii sobat, pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang Konfigurasi Share Hosting Pada Debian. Oke, sebelum mulai ke konfigurasinya kalian tau gak sih apa itu Share Hosting?
Share hosting adalah layanan paling populer untuk pengguna yang sedang membangun website pertama mereka dengan cakupan yang masih kecil. Share hosting digunakan secara bersama-sama oleh banyak pengguna sekaligus. Para pengguna layanan shared hosting tersebut berbagi resource & kapasitas server bersama-sama.
Jika diibaratkan, menggunakan layanan shared hosting seperti menyewa sebuah apartemen-apartemen adalah server fisik. Semua penghuni berbagi di bangunan yang sama; berbagi elevator, tangga, parkir mobil, dan tempat sampah. Jadi ketika salah salah penghuni apartemen menggunakan fasilitas yang berlebihan dapat mengganggu penghuni lainnya.
Kelebihan Share Hosting :
- Harga terjangkau. Shared hosting relatif lebih murah dibandingkan dengan VPS dan Cloud Hosting.
- Keamanan, pembaruan, dan pengelolaan server dilakukan oleh penyedia layanan hosting.
Kekurangan Share Hosting :
- Karena banyak website berjalan di server yang sama, terkadang menyebabkan akses lambat.
- Terdapat banyak batasan penggunaan dan sumber daya.
- Karena server digunakan bersamaan, jika salah satu pengguna menyebabkan gangguan atau overload, pengguna lain di server yang sama berpotensi terkena dampak gangguan.
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai Share Hosting. Oke, tanpa menunda-nunda lagi yuk langsung saja kita mulai konfigurasinya.....
Buka VirtualBox lalu setting network-nya menjadi Bridged Adapter dan Internal Network.
KONFIGURASI DNS
Pertama-tama, kita konfigurasi network untuk debian-nya, dengan menggunakan perintah nano /etc/network/interfaces
Dapat dilihat pada konfigurasi IP Address pada interface ether 2 dibuat IP Address virtual dengan menggunakan settingan auto karena akan membaca konfigurasi secara langsung. Sedangkan, konfigurasi IP Address pada interface ether 1 akan tetap menggunakan allow-hotplug agar cepat membaca konfigurasi secara langsung.
Kemudian, tentukan nama DNS yang akan didaftarkan, dengan menggunakan perintah nano namadns. Nama DNS-nya boleh apa saja.
Selanjutnya, kita install paket yang dibutuhkan yaitu bind9 untuk DNS, apache untuk web dan w3m untuk verifikasi web browser di terminal, dengan menggunakan perintah apt install bind9 dnsutils apache2 w3m
Setelah itu, edit file named.conf.local yang berada pada folder /etc/bind/ dengan menggunakan perintah nano named.conf.local
Copy file yang dibutuhkan dan sesuaikan dengan nama file yang ada di zone, dengan menggunakan perintah :
cp db.local stan
cp db.local jae
cp db.local stream
Kemudian, konfigurasi forward zone DNS untuk standay6.net, dengan menggunakaperintah nano stan
Konfigurasi forward zone DNS untuk jaesky.com, dengan menggunakan perintah nano jae
Konfigurasi forward zone DNS untuk streampacman.org, dengan menggunakan perintah nano stream
Selanjutnya, kita edit forwarder di file named.conf.options, dengan menggunakan perintah nano named.conf.options
Jika sudah, kita lakukan restart terlebih dahulu dengan menggunakan perintah /etc/init.d/bind9 restart
Setelah itu, lakukan pengujian ping untuk melihat apakah DNS-nya berhasil berjalan atau tidak, dengan menggunakan perintah ping (nama DNS).
Lakukan pengujian dengan nslookup, dengan menggunakan perintah nslookup (nama DNS).
Terakhir, lakukan pengujian dengan dig, dengan menggunakan perintah dig (nama DNS).
KONFIGURASI SHARE WEB
Pertama-tama, kita ubah terlebih direktori untuk apache (/var/www/ menjadi /home), dengan menggunakan perintah nano /etc/apache2/apache2.conf
Kemudian, kita masuk ke folder sites-availabel dan copy file 000-default.conf, dengan menggunakan perintah :
cd /etc/apache2/sites-available/
cp 000-default.conf standay6.net
cp 000-default.conf jaesky.com
cp 000-default.conf streampacman.org
Selanjutnya, edit file standay6 lakukan perubahan pada ServerName dan DocumentRoot dengan menggunakan perintah :
nano standay6.conf
(ServerName menjadi www.standay6.net)
(DocumentRoot menjadi /home/standay6)
Edit file jaesky lakukan perubahan pada ServerName dan DocumentRoot dengan menggunakan perintah :
nano jaesky.conf
(ServerName menjadi www.jaesky.com)
(DocumentRoot menjadi /home/jaesky)
Edit file streampacman lakukan perubahan pada ServerName dan DocumentRoot dengan menggunakan perintah :
nano streampacman.conf
(ServerName menjadi www.streampacman.org)
(DocumentRoot menjadi /home/streampacman)
Setelah itu, disable-kan terlebih dahulu default site dari apache, dengan menggunakan perintah a2dissite 000-defualt.conf
Kemudian, enable-kan ketiga domain-nya, dengan menggunakan perintah :
a2ensite standay6.conf
a2ensite jaesky.conf
a2ensite streampacman.conf
Buat tiga user baru sesuai dengan domain kita.
Selanjutnya, masuk direktori /var/www/html lalu copy index.html ke dalam folder home 3 user yang sudah kita buat tadi, dengan menggunakan perintah :
cd /var/www/html
cp index.html /home/standay6/
cp index.html /home/jaesky/
cp index.html /home/streampacman/
Setelah itu, ubah html dari standay6 dengan menggunakan perintah :
nano /home/standay6/index.html
- (ubah <title>Apache Default Page : It Works<title> menjadi <title>standay6<title>)
- (tekan CTRL+W > ketikkan Apache2 Debian, lalu ubah menjadi welcome to standay6)
Lakukan hal yang sama pada jaesky.com dan streampacman.org, dengan menggunakan perintah :
- nano /home/jaesky/index.html
- (ubah <title>Apache Default Page : It Works<title> menjadi <title>jaesky<title>)
- (tekan CTRL+W > ketikkan Apache2 Debian, lalu ubah menjadi welcome to jaesky)
- nano /home/streampacman/index.html
- (ubah <title>Apache Default Page : It Works<title> menjadi <tittle>streampacman<title>)
- (tekan CTRL+W > ketikkan Apache2 Debian, lalu ubah menjadi welcome to streampacman)
Jika sudah, kita lakukan restart apache2-nya terlebih dahulu dengan menggunakan perintah /etc/init.d/apache2 restart
KONFIGURASI NAT
Hilangkan tanda pagar pada sysctl.conf agar IP Address-nya dapat di-forward, dengan menggunakan perintah nano /etc/sysctl.conf
Kemudian, kita lakukan pengecekan dengan menggunakan perintah sysctl –p
Selanjutnya, install paket iptables dengan menggunakan perintah apt install iptables-persistent
Setelah itu, buat rule iptables dan sesuaikan dengan nama interface pada IP Address enp0s3 (ens33 jika menggunakan vmware), lalu simpan iptables-nya dengan menggunakan perintah :
- iptables -t nat -A POSTROUTING -o enp0s3 -j MASQUERADE
- iptables-save >/etc/iptables/rules.v4
Cek iptables-nya dengan menggunakan perintah iptables -t nat –L
VERIFIKASI PADA DEBIAN
Untuk melakukan pengujian pada debian, kita gunakan perintah w3m (nama domain).
VERIFIKASI PADA WINDOWS 7
Untuk melakukan pengujian pada windows 7, kita arahkan terlebih dahulu DNS-nya pada server yang sudah dibuat.
Kemudian, kita buka cmd untuk melakukan tes ping.
Lakukan juga pengujian di web browser, dengan menggunakan perintah :
INSTALASI WORDPRESS PADA DEBIAN
Pertama-tama, kita install paket wordpress dan mariadb-server dengan menggunakan perintah apt install wordpress mariadb-server
Kemudian, install database untuk wordpress-nya dengan menggunakan perintah mysql_secure_installation
Jika sudah, kita hapus index.hmtl yang sebelumnya sudah kita buat untuk apache2 dengan menggunakan perintah :
cd /home/
rm -r standay6/index.html
rm -r jaesky/index.html
rm -r streampacman/index.html
Selanjutnya, kita copy isi wordpress-nya ke dalam folder home dengan menggunakan perintah :
cp -r /usr/share/wordpress/* /home/standay6/
cp -r /usr/share/wordpress/* /home/jaesky/
cp -r /usr/share/wordpress/* /home/streampacman/
Setelah itu, buat file baru dengan nama config-(nama domain).php
nano /etc/wordpress/config-standay6.net.php
Buat konfigurasi seperti di bawah ini.
Lakukan juga hal yang sama untuk domain yang lainnya.
nano /etc/wordpress/config-jaesky.com.php
Buat konfigurasi seperti di bawah ini.
- nano /etc/wordpress/config-streampacman.org.php
Buat konfigurasi seperti di bawah ini.
Kemudian, kita edit file wp.sql untuk membuat database bagi ketiga domain tersebut, dengan menggunakan perintah nano ~/wp.sql lalu buat konfigurasi seperti di bawah ini.
Terakhir, apply database-nya dengan menggunakan perintah cat ~/wp.sql | mysql --defaults-extra-file=/etc/mysql/debian.cnf
INSTALASI WORDPRESS PADA WEB BROWSER
Pertama-tama, kita buka web browser pada windows 7 dan ketikan www.standay6.net lalu akan muncul halaman instalasi untuk wordpress. Di sini kita akan diminta untuk mengisi Site Title, Username, Password, beri ceklis pada Confirm Password dan isi E-mail Address lalu klik Install WordPress.
Kemudian, coba untuk login ke Dashboard Admin (WP Admin) dengan mengunjungi situs www.standay6.net/wp-admin lalu akan muncul halaman log in wordpress. Isikan Username atau E-mail Address dan Password lalu klik Log In.
Selanjutnya ketikan www.jaesky.com lalu akan muncul halaman instalasi untuk wordpress. Di sini kita akan diminta untuk mengisi Site Title, Username, Password, beri ceklis pada Confirm Password dan isi E-mail Address lalu klik Install WordPress.
Kita coba untuk login ke Dashboard Admin (WP Admin) dengan mengunjungi situs www.jaesky.com/wp-admin lalu akan muncul halaman log in wordpress. Isikan Username atau E-mail Address dan Password lalu klik Log In.
Setelah itu, ketikan www.streampacman.org lalu akan muncul halaman instalasi untuk wordpress. Di sini kita akan diminta untuk mengisi Site Title, Username, Password, beri ceklis pada Confirm Password dan isi E-mail Address lalu klik Install WordPress.
Kita coba untuk login ke Dashboard Admin (WP Admin) dengan mengunjungi situs www.streampacman.org/wp-admin lalu akan muncul halaman log in wordpress. Isikan Username atau E-mail Address dan Password lalu klik Log In.
VERIFIKASI
Untuk melakukan verifikasi, kita kunjungi situs www.standay6.net, www.jaesky.com, dan www.streampacman.org kemudian dapat kita lihat tampilan web yang kita buat sudah berubah.
Okee, itulah cara konfigurasi Share Hosting pada debian. Terimakasih sudah membaca, sampai berjumpa pada pertemuan selanjutnya. Semoga bermanfaat yaaa...
Wassalamualaikum wr.wb.
Comments
Post a Comment