Instalasi Proxmox dan Cloud Host Router Menggunakan VMware Workstation

 

Assalamualaikum wr.wb.

Haiii sobat, pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang Instalasi Proxmox dan Cloud Host Router Menggunakan VMware Workstation. Oke, sebelum mulai ke konfigurasinya kalian tau gak sih apa itu Virtual Private Server (VPS)?

VPS adalah kependekan dari (Virtual Private Server), yaitu sebuah server fisik yang dibagi menjadi beberapa server virtual. VPS digunakan secara pribadi dan keseluruhan resource-nya hanya digunakan oleh satu pengguna saja.

Dikatakan sebagai virtual server karena memang server ini bersifat maya dan virtual, Jadi servernya tidak memiliki fisik. Dalam virtualisasi server menggunakan Teknologi virtualisasi hardware server fisik yang nantinya akan dibagi menjadi beberapa resource berbeda.

Karena teknologi virtualisasi itulah dalam satu buah server fisik bisa terdapat beberapa virtual server yang dijalankan. Dengan virtualisasi tersebut, memungkinkan kita untuk menginstall OS dan software tambahan sesuai kebutuhan, yang mana tidak dapat kita lakukan di shared hosting.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan VPS 

Kelebihan :

  • Memiliki performa yang lebih baik dibanding shared hosting.
  • Dapat Kendali penuh dan akses superuser (root) ke server.
  • Privasi yang lebih terjamin karena dikelola sendiri.
  • Server yang stabil dan jaminan Resource Server.
  • Memiliki IP publik khusus.
  • Bebas install dan uninstall perangkat lunak.

Kekurangan :

  • Harganya cukup mahal.
  • Harus paham tentang SysAdmin.
  • Kesalahan konfigurasi dapat menimbulkan risiko error meluas maupun keamanan.
  • Tidak cocok untuk pemula.
  • Harus sering monitoring server.
  • Instalasi dan manajemen perangkat lunak yang lebih rumit.

Sumber : https://www.jagoanhosting.com/blog/apa-itu-vps/

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai  VPS. Oke, tanpa menunda-nunda lagi yuk langsung saja kita mulai konfigurasinya.....

INSTALASI PROXMOX

Pertama-tama, kita download terlebih dahulu proxmox VE di situs https://www.proxmox.com/en/downloads 

Kemudian, kita buka VMware untuk membuat mesin virtual proxmox-nya. Klik Create a New Virtual Machine.

Selanjutnya, akan muncul wizard mesin virtual. Kita pilih Costum (advanced).

Pada tahap ini, kita klik Next saja.

Pada tahap ini, kita masukkan ISO Proxmox yang sudah kita download lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita pilih Linux sebagai operasi sistem-nya lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita beri nama mesin virtual-nya (bebas) lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita atur berapa banyak prosesor yang akan digunakan untuk mesin virtual-nya (atur spesifikasinya sesuai dengan spek komputer/laptop kita) lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita tentukan jumlah RAM yang akan digunakan untuk proxmox-nya (atur spesifikasinya sesuai dengan spek komputer/laptop kita) lalu klik Next.

Pada tahap ini, pilih jenis network yang akan digunakan. Pilih Use briged networking lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita biarkan default saja lalu klik Next.

Sama seperti sebelumnya, di sini kita klik Next saja.      

Pada tahap ini, pilih disk yang akan digunakan untuk membuat disk virtual. Pilih Create a new virtual disk lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita tentukan ukuran harddisk lalu klik Next.

Pada tahap ini, langsung kita klik Next saja.

Pada tahap ini, dapat dilihat hasil dari pengaturan yang sudah kita buat sebelumnya. Jika dirasa semuanya sudah benar, klik Finish.

Setelah itu, mesin virtual proxmox-nya berhasil dibuat.

Kemudian, langsung kita jalankan saja mesinnya dengan meng-klik Power on the virtual machine.

Kita tunggu beberapa saat sampai muncul logo Proxmox, jika sudah klik Install Proxmox VM.

Selanjutnya, akan muncul pop up seperti di bawah ini, kita klik OK saja.

Setelah itu, akan muncul END USER LICENSE AGREEMENT (EULA), kita klik I Agree saja.

Pada tahap ini, kita gunakan semuanya saja untuk harddisk-nya dan biarkan partisinya secara otomatis lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita pilih negara dan zona waktu yang sesuai dengan tempat tinggal sekarang, jika sudah klik Next.

Kemudian, kita tentukan password yang nantinya digunakan untuk login Proxmox dan masukkan e-mail lalu klik Next.

Pada tahap ini, kita tentukan hostname dan IP Address, jika sudah klik Next.

Pada tahap ini, dapat dilihat hasil dari konfigurasi untuk Proxmox yang sudah kita lakukan tadi. Jika dirasa semuanya sudah benar, klik Install.

Kita tunggu sampai proses instalasi-nya selesai.

Jika sudah selesai, maka kita akan mendapatkan alamat untuk mengakses Proxmox melalui web browser. Selanjutnya, kita klik Reboot untuk menyelesaikan proses instalasi-nya.

Untuk melakukan verifikasi, kita buka web browser lalu ketikkan alamat yang tadi didapatkan (https://(IP Proxmox):8006) lalu klik Hide Advanced > Procced to.

Setelah itu, akan muncul laman login Proxmox. Isikan User name (root) dan Password (yang sudah dibuat) lalu klik Login.

Kemudian, akan muncul pop up peringatan bahwa tidak ada subskripsi yang valid. Kita klik OK saja.

Jika muncul tampilan seperti di bawah ini artinya kita sudah berhasil meng-install Proxmox VE.

Instalasi Cloud Host Router Mikrotik

Pertama-tama, kita buka tab baru dan kunjungi situs https://mikrotik.com/download lalu cari Cloud Hosted Router dan klik kanan pada Raw Disk (pilih versi stable (6.47).


Kemudian pilih Copy link address.

Selanjutnya, kita kembali lagi ke Proxmox-nya. Klik pada PVE lalu klik Shell.

Setelah itu, kita lakukan update untuk paketnya terlebih dahulu dengan menggunakan perintah apt-get update.

Kemudian, kita install paket unzip untuk mengekstrak file zip yang nantinya akan didownload dengan menggunakan perintah apt install unzip

Selanjutnya, kita download CHR yang tadi sudah kita copy link-nya dengan menggunakan perintah wget https://download.mikrotik.com/routeros/6.47.2/chr-6.47.2.img.zip

Setelah itu, kita ekstrak file zip tersebut dengan menggunakan perintah unzip chr-6.47.2.img.zip

Kita coba cek terlebih dahulu informasi qemu dari img CHR-nya dengan menggunakan perintah qemu-img info chr-6.47.2.img


Secara default, virtual size-nya hanya 64 MiB dan kita bisa mengubahnya sesuai kebutuhan, di sini kita akan coba untuk mengubahnya menjadi 100 GiB dengan menggunakan perintah :
  • qemu-img resize chr-6.47.2.img +100G
  • qemu-img info chr-6.47.2.img

Kemudian, kita kembali lagi ke Proxmox-nya lalu klik Create VM.

Pada tab General, kita tentukan nama untuk VM-nya lalu klik Next.

Pada tab OS, kita pilih Do not use any media dan pastikan VM-nya menggunakan kernel-nya linux lalu klik Next.


Pada tab System, kita biarkan default saja lalu klik Next.

Pada tab Hard Disk, kita tentukan Bus Device (1) dan Disk size (1) lalu klik Next.

Pada tab CPU, sesuaikan dengan spek komputer/laptop kita. Karena mikrotik berbasis CLI sehingga tidak terlalu berat, kita hanya gunakan 1 Socket dan 1 Cores. Jika sudah, klik Next.

Pada tab Memory, kita gunakan sebesar 512 saja lalu klik Next.

Pada tab Network, kita biarkan default saja lalu klik Next.

Pada tab Confirm, jika dirasa semuanya sudah benar klik Finish untuk menyelesaikan prosesnya.

Jika prosesnya create sudah selesai, kita kembali lagi mengonsol Proxmox-nya dan lakukan import disk CHR ke virtual machine yang baru kita buat dengan menggunakan perintah qm importdisk 100 chr-6.47.2.img local-lvm

Selanjutnya, kita masukkan disk virtual machine-nya dengan memilih menu Hardware lalu double click pada Unused Disk.


Pilih disk yang sudah kita import lalu klik Add.

Setelah itu, pilih Hard Disk (scsi1) lalu klik Detach.

Akan muncul pop up konfirmasi, klik Yes.

Kemudian, pilih menu Options lalu double click pada Boot Order.

Pilih Disk ‘scsi0’ lalu klik OK.

Selanjutnya, pilih menu Options lalu matikan Kvm hardware virtualization.

Unceklis pada Enabled lalu klik OK.

Setelah itu, pilih menu Hardware > Network Device (net0) > Edit.

Tentukan networknya Bridge (vmbr0) dan menggunakan Model (intel E1000) lalu klik OK.

Jika semuanya sudah selesai dilakukan, kita jalankan saja virtual machine-nya dengan mengklik Start.

Jangan lupa untuk mengklik Console.

Kemudian, kita ketikkan login (admin) dan password (kosongkan).


Selanjutnya, kita hapus terlebih dahulu dhcp client yang menyala secara otomatis dengan menggunakan perintah :
  • ip dhcp-client pr
  • ip dhcp-client remove numbers=0

Setelah itu, kita lakukan konfigurasi IP Address, Gateway, dan DNS Server sesuai dengan IP yang kita miliki atau yang kita dapatkan dari Wi-Fi dengan menggunakan perintah :
  • ip add add address=192.168.43.132/24 interface=ether1
  • ip route add gateway=192.168.43.1
  • ip dns set server=192.168.43.1,8.8.8.8 allow-remote-request=yes

Kemudian, lakukan ping pada Gateway, 8.8.8.8, dan Google.com untuk memastikan apakah konfigurasi yang kita lakukan berhasil atau tidak.

VERIFIKASI CHR

Windows 10

Pertama-tama, matikan firewall di komputer/laptop kita. Jika sudah, buka CMD lalu coba ping IP mikrotik yang ada di Proxmox.

Proxmox

Ping IP mikrotik-nya dari console.


Okee, itulah cara Instalasi Proxmox dan Cloud Host Router Menggunakan VMware Workstation. Terimakasih sudah membaca, sampai berjumpa pada pertemuan selanjutnya. Semoga bermanfaat yaaa...

Wassalamualaikum wr.wb.






Comments