Konfigurasi FTP Server

Assalamualaikum wr.wb.
Image result for ftp

Hai sobat, pada kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara mengkonfigurasi FTP server, sebelum mulai pembahasan, apa sih FTP itu ?


FTP atau File Transfer Protocol adalah protokol internet yang berjalan dalam satu lapisan aplikasi yang berfungsi untuk tukar menukar data antara client dan server dalam 1 jaringan. Sebelum melakukan pengiriman data akan dibuatkan sesi komunikasi terlebih dahulu oleh FTP dengan menggunakan protokol TCP.

FTP server berperan sebagai komputer yang menerima request tukar – menukar data dari client. FTP client berperan sebagai komputer yang me-request kepada FTP server untuk tukar – menukar data. Secara default FTP menggunakan kode ASCII untuk transfer data, jadi sebenarnya FTP tidak aman untuk transfer data hal ini dikarenakan FTP melakukan transfer data tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu melainkan melalui clear text.
Oke, langsung saja kita mulai kepembahasannya.


Pertama-tama kalian klik Server Manager lalu klik "add roles and features" untuk menambahkan role dan fiturnya.



Setelah itu, pada Installation Type pilih “role-based or feature-based installation” untuk menambahkan role, role service dan fitur lainnya lalu klik “next”.


Pada Server Selection ada pilihan server pool dan virtual hardisk, tetapi di sini kita pilih “select a server from the server pool” lalu klik “next”.


Pada Server Roles pilih “web server IIS” karena FTP server kita ada di dalam web server sehingga kita harus mengaktifkan web server IIS-nya, setelah itu klik “next”.



Kemudian akan muncul pop up penambahan role web server IIS, klik “add features” lalu klik “next”.



Pada Features kita kosongkan saja lalu klik “next”.


Role web server IIS sudah berhasil ditambahkan lalu klik “next”.


Pada Role Service beri ceklis pada “ftp server” lalu klik “next”.


Setelah itu, akan muncul konfirmasi instalasi yang sudah dipilih. Jika sudah yakin ingin menginstall ftp server kita klik “install”.


Tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selesai, jika proses instalasi sudah selesai klik “close”.


Kemudian kita klik tab Tools lalu pilih “internet information service (IIS) manager”.


Selanjutnya server IIS yang telah dibuat akan tampil sesuai dengan informasi yang diberikan IIS versi 8.




Setelah itu double klik pada server yang telah dibuat lalu akan muncul pop up yang menanyakan apakah ingin menggunakan web platform IIS, di ini kita pilih “yes” dan jangan lupa untuk memberi ceklis pada “do not show this message”.


Pada saat kita memilih “yes” akan muncul pop up yang menuju ke internet explore yang memberikan informasi internet explore versi 11 lalu kita un-ceklis continue to prompt.


Akan muncul pop up Internet Explore 11 lalu klik “ask me later” karena kita akan menggunakan web browser yang lain.


Pada home server pilih FTP Authentification. Authentification di sini menjelaskan bahwa user diberikan hak akses untuk login nantinya.


FTP Authentification memiliki dua grup yaitu “anonymous authentification” dan “basic authentification”, jika anonymous bisa user bisa mengakses ftp server tersebut klik “enable”.


Kemudian kembali lagi ke home server lalu pilih FTP Authentification Rules.


Pilih “add allow rule”, kemudia pada allow access pilih “all anonymous users” dan pada permissions pilih “read” dan “write” artinya bahwa user bisa melakukan upload dan download ke ftp nantinya.


Setelah itu satu user anonymous telah ditambahkan. User ini nantinya akan bisa mengakses ftp tanpa adanya login password.

Selanjutnya kta buat folder yang nantinya akan di share pada clien. Nama folder bisa ditentukan sendiri dan bisa menggunakan drive C atau drive D.


Setelah selesai menambahkan user dan folder di ftp, maka kita akan menambahkan site. Klik kanan pada sites lalu klik “add ftp site”.



Kemudian tambahkan site name sesuai dengan keinginan sendiri lalu letakkan physical path-nya dengan folder yang telah dibuat tadi lalu klik “next”.



Pada IP binding, masukkan IP yang akan digunakan oleh server lalu pilih port ftp di sini kita menggunakan default port yaitu 21. Selanjutnya, karena kita belum menggunakan SSL maka pilih “no SSL” lalu klik “next”.

Pada authentification pilih “anonymous” dan pada permissions pilih “read” and “write” lalu klik “finish”.

Selanjutnya konfigurasi ftp telah selesai, sekarang kita coba verifikasi dengan meng-klik “explore”.


Kemudian kita langsung masuk ke folder FTP lalu kita creat salah satu foldernya untuk mencoba ftp-nya.


Lalu menggunakan "authentification user", kita buat terlebih dahulu folder letak path yang nantinya akan dijadikan FTP kemudian buat user yang bisa log in ke FTP tersebut.


Setelah itu tambahkan IP binding dimana IP tersebut merupakan IP yang diizinkan untuk membuka file FTP yang ada di server.


Authentification-nya kita pilih yang "basic" karena nantinya hanya user tertentu yang bisa mengakses file FTP tersebut dan permissions pilih "read" dan "write".

Konfigurasi FTP sudah selesai dibuat, langkah selanjutnya yaitu menambahkan user yang akan diperbolehkan mengakses file FTP. Pertama-tama pilih tab tools lalu klik "computer managemnet".

Setelah itu, klik kanan pada "users" lalu masukkan data user yang dapat mengakses file FTP.

User yang sudah ditambahkan sudah ada pada server tersebut.

Untuk verifikasi, coba buka alamat IP user yang sudah dibuat tadi dan coba login.
Setelah itu, folder yang sudah dibuat tadi akan terlihat. Itu tandanya user yang sudah kita buat bisa mengakses FTP.

Sekian pembahasan pada kali ini, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr.wb.

Comments